Penerapan Edukasi Kesehatan Bantuan Hidup Dasar untuk Meningkatkan Pengetahuan Karang Taruna dalam Menangani Cardiac Arrest

Authors

  • Ngaisus Suadak Akper Alkautsar Temanggung
  • Parmilah Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung
  • Tri Suraning Wulandari Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung

DOI:

https://doi.org/10.65386/jkkh.v2i2.62

Keywords:

Basic Life Support, Cardiac Arrest, Health Education, Knowledge Deficit

Abstract

Cardiac arrest is a medical emergency that can occur anywhere; 73.9% of cases occur outside hospitals and are often witnessed by members of the public. In Balekerto Village, 9 of 10 members of the Karang Taruna (youth organization) did not know how to provide first aid for cardiac arrest, indicating a significant knowledge deficit regarding Basic Life Support (BLS). This study aimed to describe changes in the knowledge and skills of Karang Taruna members following health education on BLS. Using a qualitative descriptive design with a case study approach on three Karang Taruna members aged 16-30 years who had a BLS knowledge deficit, education was delivered over three sessions through lectures, demonstration, and re-demonstration. Data were collected using pre- and post-test questionnaires, a BLS standard operating procedure checklist, and the Indonesian Nursing Outcome Standard (SLKI) Knowledge Level indicator (L.12111). Results showed that all respondents experienced an increase in knowledge: Mr. R improved from 50% (poor) to 70% (moderate), while Mr. S and Mr. F improved from moderate to 80% (good). In terms of skills, Mr. S and Mr. F completed all 20 steps of the BLS procedure, while Mr. R completed 18 of 20 steps. The SLKI evaluation also showed improvement across all knowledge indicators. It is concluded that BLS health education through lectures, demonstration, and re-demonstration is effective in improving the knowledge and skills of Karang Taruna members in managing cardiac arrest in Balekerto Village.

References

Ady, & Dedi. (2024). Pengaruh pelatihan bantuan hidup dasar terhadap pengetahuan pemuda Karang Taruna di Kelurahan Baros wilayah kerja Puskesmas Baros Kota Sukabumi. Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika), 10(2), 125-130. https://doi.org/10.58550/jka.v10i2.262

Afni, A. C. N. (2023). Jantung, metode pemberian self direct video dan demonstrasi bantuan hidup dasar pada kasus henti jantung. Yogyakarta: Rizmedia Pustaka Indonesia.

Agus, N., & Edi, R. (2022). Kemampuan kader kesehatan dalam melakukan tindakan bantuan hidup dasar (BHD). Tasikmalaya: Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia.

American Heart Association [AHA]. (2020). 2020 AHA guidelines for cardiopulmonary resuscitation (CPR) and emergency cardiovascular care (ECC): Highlights. American Heart Association, 1-30.

Ambohamsah, I., Arfa, F., & Tanjung, R. (2021). Penyuluhan dan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) Kecamatan Mapili Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Abdidas, 2(6), 1356-1361. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i6.481

Amelia, W., Nurjannah, M., & Taharuddin. (2025). Pengaruh pelatihan bantuan hidup dasar terhadap tingkat sikap menolong korban henti jantung pada masyarakat awam. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 11(1), 154-159. https://doi.org/10.33023/jikep.v11i1.2482

Anastasia Hardyati, N., Kusuma, I. A., Sukamto, F. I., Basuni, H. L., & Andika, P. J. (2023). Asuhan keperawatan gawat darurat: Pada pasien dengan kasus non trauma. Jakarta: Nuansa Fajar Cemerlang.

Astri Shofiyah Sholikhah, & Cipto Susilo, M. A. H. (2024). Pengaruh pendidikan kesehatan resusitasi jantung paru terhadap kemampuan penanganan pre hospital korban henti jantung pada Karang Taruna di Kecamatan Balung. Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 250-255.

Berutu, H., & Silalahi, R. H. (2022). Perilaku masyarakat sebelum dan sesudah sosialisasi tentang bantuan hidup dasar (BHD). Jurnal Keperawatan Silampari, 6(1), 856-864. https://doi.org/10.31539/jks.v6i1.4636

Badan Pusat Statistik Kabupaten Magelang. (2025). Kabupaten Magelang dalam angka 2026 (Vol. 48). Magelang: BPS Kabupaten Magelang.

Cholida, S. D. D., & Isnaeni. (2022). Efektivitas pendidikan kesehatan dalam pencegahan keputihan pada remaja putri kelas VIII di SMP Muhammadiyah 28 Bekasi. Malahayati Nursing Journal, 4(7), 1793-1806. https://doi.org/10.33024/mnj.v4i7.6578

Ghozali, M. T., Nugraheni, T. P., & Halimatussa'diyah, S. (2023). Pelatihan dasar manajemen bantuan hidup dasar (BHD) Karang Taruna Dusun Sribit dan Sekarsuli, Kapanewon Berbah, Sleman, Yogyakarta. Jurnal Surya Masyarakat, 5(2), 244-249. https://doi.org/10.26714/jsm.5.2.2023.244-249

Handayani, R. N. (2024). Pelatihan bantuan hidup dasar bagi orang awam. Jurnal Communita Servizio, 6(1), 158-170. https://doi.org/10.33541/cs.v6i1.5256

Hartini, D., Rahman, W. F., & Budi, R. (2024). Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang bantuan hidup dasar (BHD) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Jatiluhur Purwakarta. JIRK: Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(3), 1935-1946.

Jalaluddin, M., Chalil, A., Boy, E., & Sutysna, H. (2023). Pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) kepada anggota Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Medan, Sumatera Utara. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 29(2), 211-216.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Riskesdas 2018 nasional. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Nofia, V. R., & Angraini, S. S. (2023). Buku pedoman bahan ajar dan keterampilan klinis basic life support dan kegawatdaruratan. Sleman: Deepublish Digital.

Novianto, D. (2019). Peran Karang Taruna dalam membangun desa. Pontianak: Derwati Press.

Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Sosial Nomor 25 Tahun 2019 tentang Karang Taruna. Jakarta: Kementerian Sosial RI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia [PPNI]. (2017). Standar diagnosis keperawatan Indonesia: Definisi dan indikator diagnostik (1st ed.). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia [PPNI]. (2018). Standar luaran keperawatan Indonesia: Definisi dan kriteria hasil keperawatan (1st ed.). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia [PPNI]. (2018). Standar intervensi keperawatan Indonesia: Definisi dan tindakan keperawatan (1st ed.). Jakarta: DPP PPNI.

Putri, T. I. Y. L. (2024). Pengaruh pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat RW 12 Kelurahan Pebatuan. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 13(3), 255-263. https://doi.org/10.31596/jcu.v13i3.2440

Rahma Hidayati. (2020). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang penanganan henti jantung di wilayah Jakarta Utara. Ners: Jurnal Keperawatan, 16(1), 10-17. https://doi.org/10.25077/njk.v16i1.140

Zukhri, S., & Pramono, C. (2024). Pelatihan bantuan hidup dasar bagi masyarakat awam di Kalurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. Wasathon: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(4), 112-117.

Published

2026-07-25

How to Cite

Suadak, N., Parmilah, & Wulandari, T. S. (2026). Penerapan Edukasi Kesehatan Bantuan Hidup Dasar untuk Meningkatkan Pengetahuan Karang Taruna dalam Menangani Cardiac Arrest. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Holistik, 2(2), 28–36. https://doi.org/10.65386/jkkh.v2i2.62

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.